How To: Mendaki Gunung yang Aman untuk Pemula

Mulai merencanakan kegiatan untuk weekend ini? Mendaki gunung atau hiking salah satu cara untuk me-refresh pikiran dan membuat lo lebih bersemangat. Saat ini juga mulai banyak orang yang ‘mendadak’ hobi naik gunung, dilihat dari foto-foto mereka di Path, Instagram, dan media sosial lainnya, entah cuma ikut-ikutan atau masih terpengaruh oleh film “5 cm”, yang pasti lo harus tahu cara mendaki gunung yang aman karena resiko yang paling sering dialami pendaki gunung adalah tersesat, Hypothermia, dan kecelakaan. Untuk menghindari terjadi hal-hal yang ngga diinginkan, perhatikan beberapa hal berikut:

1. Jangan mendaki sendirian

Khususnya bagi pemula, jangan pernah mendaki gunung sendirian! Di gunung lo akan melewati hutan yang lebat, lembah yang curam, tanjakan terjal, juga jalan yang berkelok-kelok, karena itu lo akan tersesat dengan mudah. Sebaiknya mendaki dengan pendaki yang sudah hapal track atau pernah mendaki kesana sebelumnya, selain untuk menunjukan jalan, pendaki yang berpengalaman juga tidak mudah panik ketika terjadi kecelakaan dan bisa membantu memberikan pertolongan pertama.

2. Latihan fisik

Rutin melakukan latihan fisik sangat penting bagi pendaki gunung, karena saat mendaki elo butuh kekuatan dan daya tahan otot, lo juga harus mengatasi tipisnya oksigen di ketinggian tertentu. Saat melakukan latihan pun sesuaikan dengan kemampuan, lakukan dengan rutin dari tingkat dasar dan ditingkatkan sedikit-sedikit mencapai titik maksimal. Biasanya para pendaki melakukan lari untuk latihan fisiknya -lo bisa lihat tips aman berlari- selain itu berenang juga bagus untuk melatih otot tubuh dan lo ngga akan kehabisan nafas saat mendaki.

3. Bawa peralatan dasar 

Ga usah panjang lebar untuk hal satu ini, siapa pun yang akan mendaki pasti tahu apa yang harus dibawa dalam pendakian, hanya saja kadang orang salah membawa peralatan, misalnya celana jeans dan baju katun. Kalau lo lihat di film “5 cm” bisa saja memakai celana jeans saat mendaki tapi itu bukan pilihan yang tepat karena saat basah jeans susah kering, jadinya akan menghambat pergerakan, menambah beban pendaki, dan lebih parahnya dapat menyebabkan kedinginan sampai Hypothermia. Katun juga ngga disarankan karena fungsinya hanya menyerap keringat dan ga bisa menguapkannya, jadi baju katun bisa meningkatkan resiko Hypothermia. Menggunakan baju berbahan polyster lebih baik dan jangan lupa bawa jaket: jaket berbahan polar dan jaket  windproof. Sedangkan peralatan dasar yang peting untuk dibawa adalah bahan bakar, pisau, dan first aid kit.

4. Bahan Makanan dan Air

Pendaki pemula biasanya akan membawa makanan dan cemilan terlalu banyak, selain menambah beban bawaan, banyaknya makanan dan cemilan juga ga akan membuat lo lebih kuat. Bawa makanan yang benar-benar berguna untuk energi tubuh lo, bukan untuk mengisi perut kosong, karena kondisi dalam pendakian akan sangat berbeda dengan sehari-hari dan saat berkemah pun yang lo butuhkan adalah tidur, bukan ngemil. Selain makanan lo sangat membutuhkan air yang cukup karena akan kehilangan banyak cairan bahkan dalam dua jam saat panas terik dan dehidrasi akan mengurangi kinerja fisik. Hindari minum air sungai, kecuali dalam keadaan darurat.

5. Tekad bukan nekad

Ga ada yang bisa mendorong lo mencapai puncak selain diri lo sendiri, mungkin sebelumnya elo termotivasi oleh film atau teman tapi saat di gunung situasinya akan berbeda, lo akan bergelut dengan perasaan dan pikiran sendiri antara menyerah atau melanjutkannya. Tekad yang kuat adalah yang lo butuhkan, tapi kalau kondisi tubuh ngga memungkinkan untuk melanjutkannya, jangan sampai lo nekad dan memaksakan diri melanjutkan pendakian. Lebih baik simpan tekad lo untuk pendakian selanjutnya!

6. Gunung yang aman untuk pemula

Pendaki pemula ngga disarankan langsung naik ke Gunung Semeru, sebaiknya lo coba mendaki gunung yang ngga terlalu tinggi dengan track yang landai seperti Gunung Papandayan, Gunung Putri, Gunung Gede-Pangrango, Gunung Ijen, Gunung Bunder, dan Gunung Api Purba.

Source: 1, 2, 3, 4

Pict Source: Here