Sampah dari 50 Negara Menjadi Landscape Cantik

Kemarin (22/4) kita rayakan Earth Day dan apa pandangan lo tentang Bumi masih sama seperti tahun sebelumnya? Apa kita melihat bumi masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya? Kalau kalian sudah melihat 12 foto-foto dampak overpopulation dan overconsumption maka jawabannya pasti tidak, karena masalah lingkungan kian hari semakin parah. Bukan karena tidak ada yang peduli, hanya saja kita tidak tahu bagaimana merubah kebiasan, tidak tahu bagaimana memulai perubahan dan perbaikan.

Masalah besar selain efek rumah kaca, saat ini adalah sampah. Coba bayangkan jika dalam 7 hari kita biarkan sampah di sekitar kita menggunung dan tidak membuangnya ke luar, maka kita akan tenggelam dalam sampah seperti dalam foto-foto yang bisa lo lihat di sini. Lalu bagaimana kalau kita mencoba mendaur ulang sampah atau barang bekas? Itu bisa membantu tapi tak banyak orang yang mau melakukannya. Bukannya lebih mudah memakai barang baru lalu setelah lama dipakai kita membuangnya? Seperti sikat gigi yang setiap 3 bulan sekali diganti dengan sikat gigi baru.

karya seni landscape warna warni dari sampah

Seperti ini lah cara Alejandro Duran menunjukan pada kita sebuah seni menakjubkan yang sekaligus membuat kita ngeri, harmonisasi antara sampah dengan alam Sian Ka’an yang cantik. Sian Ka’an adalah cagar alam UNESCO di sepanjang garis pantai Karibia, Meksiko. Di sana Duran mengatur sampah-sampah yang dipungutnya dari 50 Negara menjadi sebuah landscape berwarna-warni. Meskipun benda yang digunakan Duran itu sampah, tapi dia dapat mengelompokannya berdasarkan warna dan membuatnya senada dengan alam. Jadi bukannya membuat Sian Ka’an terlihat kotor, karyanya membuat tempat seindah surga itu menjadi ‘cantik’ (tergantung bagaimana lo mengartikan kata cantik).

Well, bukan berarti setelah ini lo bersemangat membuat landscape yang sama seperti Duran. Ini jelas untuk sebuah karya seni yang membawa pesan kalau dampak overconsumption telah menjadi masalah yang alam belum siap menerimanya. Ini seperti bentuk baru dari penjajahan konsumerisme, sadar atau pun tidak kita terlibat di dalamnya, bahkan mungkin di antara sampah-sampah di atas ada sampah yang pernah kita buang? Masih ga sadar juga? Lihat foto-foto lainnya.

Seindah apa pun foto-foto landscape Duran, Sian Ka’an jauh lebih indah tanpa sampah-sampah tersebut. Setuju kan, guys?

Source : Here